Kamis, 17 Januari 2013

Pantai Tanjung Tinggi, Tanjung Binga, Belitung


Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu tujuan tempat wisata paling favorit yang ada di pulau Belitung. Terlebih setelah Pantai ini menjadi Lokasi syuting Film Laskar Pelangi. Letak Pantai ini tidak jauh dari Pantai Tanjung kelayang dan berjarak sekitar 31 km dari Pusat Kota kota Tanjungpandan. Dengan waktu tempuh kurang lebih dari 45 menit dari Pusat Kota anda bias menikmati keindahan yang ada di pantai ini. Pantai ini memiliki area kurang lebih seluas 80 hektar. Pasir yang putih, serta bebatuan granit dengan berbagai ukuran terhampar di kawasan pantai ini.

Nama tanjung tinggi diambil dari kata tanjung yang artinya semenanjung dan tinggi yang artinya pantai yang memiliki bebatuan yang tinggi. Pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas di pantai ini, antara lain memancing disekitar tebing bebatuan, berenang, surfing, dll. Selain itu, para pengunjung bisa menikmati indahnya pantai dengan berdiri di atas bebatuan granit yang tinggi.

Berbagai fasilitas wisata sudah tersedia di Pantai ini, dari Hotel bintang empat , kolam renang, restoran, hingga warung makan tradisional yang disediakan oleh masyarakat sekitar. Selain itu juga terdapat fasilitas kamar mandi/ ganti bagi anda yang selesai melakukan aktifitas renang di pantai ini.

Pantai ini dapat di tempuh dari pusat Kota Tanjungpandan dengan jarak  31 KM, dengan menggunakan mobil rental yang dapat kita sewa di beberapa hotel/penginapan yang ada di pusat kota, kita bisa menikmati keindahan Pantai ini. Harga rental mobil berkisar Rp. 350.000 ( dengan supir ) s/d Rp. 250.000 (tanpa supir) per 24 jam nya.

Selasa, 08 Januari 2013

Pantai Parai Tenggiri, Pangkalpinang, Bangka


Pantai Parai merupakan salah satu Pantai kebanggaan masyarakat Bangka, pantai ini merupakan kawasan wisata pantai bertaraf internasional yang ada di pulau Bangka, selain itu pantai ini merupakan satu satu nya pantai yang benar benar dikelola oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan dinas pariwisata setempat, sehingga berbagai fasilitas wisata tersedia disana. Selain menyuguhkan pemandangan panorama pantai yang indah, kita juga bisa menginap di hotel berbintang yang tersedia di pantai ini.
Sampai saat ini belum jelas asal usul nama pantai ini dinamakan sejenis ikan laut yaitu Tenggiri, namun menurut informasi dari penduduk setempat, dulunya pantai ini dinamakan pantai Hakok, baru setelah di kelola dan dijadikan area wisata pantai ini berubah nama menjadi pantai Parai Tenggiri. Pantai ini terletak ± 40KM disebelah utara dari Kota Pangkalpinang, tepat nya di Desa Matras, Kecamatan Sungailiat, Bangka Tengah.
Pemandangan yang indah terbentang luas di pantai ini, terlebih jika air laut sedang surut, hamparan pasir putih dan batu batuan granit yang berwarna hitam keabu abuan hingga putih akan terlihat jelas. Disebelah ujung kiri pantai terdapat semenanjung gugusan batu batuan granit, dengan bebeberapa pepohonan seperti Pulau kecil, terdapat Jembatan penghubung untuk menuju ujung semenanjung, dengan dihiasi lampu lampu dikanan kiri jembatan, Suasana eksotis akan anda rasakan jika anda bermalam di pantai ini.
Fasilitas yang ada di pantai ini bisa dikatakan sangatlah komplit, karena bertaraf Internasional, fasilitas yang disediakan juga mengacu ke standar internasional. Diantaranya terdapat Hotel Bintang empat, Restoran, Kafe, Bar and Grill, Kolam Renang, Spa and Lounge. Selain itu terdapat juga permainan olahraga air seperti Jet ski, Glass bottom boat, parasailing, banana boat, diving dan snorkeling. Disekitar area pantai ini juga terdapat fasilitas outbound yang disediakan oleh pihak pengelola. mulai dari Paint ball, High Rope, Outbond Fun Games, Jungle Trekking, dan juga Treasure Hunt dapat anda lakukan di sini.
Untuk menuju pantai ini, dari bandara Depati Amir, Pangkalpinang, anda dapat menyewa mobil rental yang tersedia di sekitar bandara atau dihotel/ penginapan yang ada di pusat kota Pangkalpinang. Dengan biaya sewa Rp.350.000 ( tanpa supir )s/d Rp. 450.000 ( dengan supir ) per 12 jam nya. Jika menggunakan transportasi umum anda akan dikenakan biaya Rp. 7.500,-/ org untuk Pangkalpinang – Sungailiat. Dari Kota Sungailiat ke Pantai Parai Tenggiri dapat ditempuh dengan menggunakan Becak Motor dengan biaya sewa Rp 5.000/org. untuk biaya Retribusi masuk kekawasan Pantai Parai Tenggiri Pengunjung akan dikenakan Tarif sebesar Rp. 25.000,-.

Vihara Buddhayana Dewi Kwan Imm, Belitung timur, Belitung


Seperti kita ketahui Vihara merupakan salah satu tempat peribadatan agama Budha. Begitu pula sama halnya dengan Vihara Buddhayana.  Vihara ini menjadi terkenal di karenakan posisi Vihara yang berada di atas suatu Bukit dan menghadap langsung kearah pantai yang tidak jauh dari vihara ini. Sehingga pemandangan yang ada di sekitar vihara ini akan terlihat indah dan mengagumkan. Selain itu vihara ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Karena jika dilihat dari usianya, vihara ini sudah berusia dari dua setengah abad. Tepat nya didirikan pada tahun 1747. Menurut penjaga yang sekaligus pendeta di vihara ini, menurut sejarahnya vihara ini dibangun karena ditemukannya patung sosok Budha Budhisttwa di kawasan pantai burungmandi dengan posisi setengah tenggelam. Pada masa itu hampir kebanyakan masyarakat setempat, penduduk pendatang dari negeri China. Dengan ditemukannya patung tersebut, masyarakat setempat percaya bahwa itu merupakan suatu kehendak Yang Kuasa untuk membantu dan melindungi mereka dari pengaruh roh jahat. Jadi mereka membangun Vihara disana untuk memenuhi keinginan Yang Maha Kuasa .
Vihara Buddhayana terkenal juga dengan sebutan Vihara Burung mandi, atau biasanya masyarakat sekitar menyebutnya Keleteng Burung Mandi. Vihara ini terletak 18 KM dari Kota Manggar, ibukota Kabupaten Belitung Timur. Hampir semua warna bangunan didominasi warna merah, cirri khas warna vihara umat Buddha. Namun karena posisi nya yang diatas bukit dan untuk menuju vihara dengan melewati anak tangga yang didesain rapi, vihara ini terlihat sangat indah dan rapi. Pemandangan serta Taman yang ada di vihara ini sangat mengagumkan. Selain itu hembusan angin pantai yang sangat terasa jika kita berada di bagian atas vihara ini.
Untuk menuju Vihara ini jika di tempuh dari Pusat Kota Tanjungpandan, akan memakan waktu sekitar 1 s/d 2jam perjalanan, jika dari Pusat Kota Belitung Timur, Manggar, hanya ± 30 menit perjalanan. Sayang nya belum tersedia transportasi khusun untuk menuju Vihara ini. Jadi jika anda ingin berkunjung ke vihara ini harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, maupun di Kota Manggar, ibukota Kabupaten Belitung Timur, dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam.

Pantai Tanjung Kelayang, Tanjungbinga, Belitung


Pantai Tanjung Kelayang merupakan salah satu Pantai yang menjadi tujuan wisata utama yang ada di Pulau Belitung, Pantai ini menjadi terkenal dan banyak di minati baik wisatawan domestic, maupun mancanegara setelah sering diadakan nya event Sail Indonesia. Dengan posisi Pantai yang berada di semenanjung Pulau Belitung, Pantai ini terlihat seolah olah menyendiri, terpisah dengan pantai pantai yang lain. Selain itu pantai ini menjadi unik dikarenakan gugusan batu batu granit yang jika dilihat dari kejauhan seperti pulau pulau kecil yang tersusun rapi membentuk suatu gugusan dari bibir pantai hingga ketengah laut.
Nama pantai Tanjung Kelayang, menurut informasi penduduk setempat, diambil dari nama salah satu jenis burung, kaitannya dengan pantai ini, dikarenakan ada batu granit yang berbentuk menyerupai kepala salah satu jenis burung tersebut, yaitu burung Kelayang. Hingga sampai saat ini Jadilah Pantai ini terkenal dengan sebutan Pantai Tanjung Kelayang. Selain itu burung kelayang banyak dapat kita jumpai dipantai ini.
Pantai tanjung Kelayang terletak ± 27 KM kearah utara dari pusat Kota Tanjungpandan, terletak di Desa tanjung binga, Kecamatan Sijuk. Karena terletak di semenanjung, Pantai ini mempunyai dua sisi yang berbeda. Di sisi barat kita akan melihat dan menikmati hamparan air laut yang disela selanya batuan granit yang tersusun tumpang tindih dari kecil sampai ke yang besar. Dari sisi ini jika cuaca mendukung ita bisa menikmati matahari terbenam dengan menaiki puncak batuan granit. Sedangkan disisi Timur, kita akan dimanjakan dengan pemandangan Hamparan pasir Putih sepanjang ± 4 KM, dengan air laut yang jernih. Hanya ada sedikit batuan granit yang ada disisi ini.
Pantai ini dapat di tempuh dari pusat Kota Tanjungpandan dengan jarak ± 27 KM, dengan menggunakan mobil rental yang dapat kita sewa di beberapa hotel/penginapan yang ada di pusat kota, kita bisa menikmati keindahan Pantai ini. Harga rental mobil berkisar Rp. 250.000 ( dengan supir ) s/d Rp. 350.000 (tanpa supir) per 24 jam nya. Untuk biaya masuk ke kawasan pantai ini, dikenakan biaya retribusi Rp. 5.000,- per orang nya.

Pulau Lengkuas, Tanjungbinga, Belitung


Pulau lengkuas adalah salah satu pulau tujuan wisata yang ada di sekitar kepulauan Belitung. Pulau ini terletak di sebelah utara desa tanjung Binga, Kecamatan sijuk, Tanjungpandan. Biasanya jika melalui paket wisata, pulau ini akan menjadi satu paket kunjungan dengan beberapa pulau kecil lainnya yang berada tidak jauh dari pulau ini, diantara nya Pulau Babi, Pulau Pasir, dan Pulau burung. Pulau lengkuas tidak lah luas, tidak sampai satu hektar, sehingga jika kita berkunjung ke pulau ini tidak perlu menginap untuk menikmati keindahan alam di sekitar pulau. Di sekitar pulau ini, terdapat juga pulau batu-batu granit yang tertata rapi, yang bisa kita jelajahi hanya dengan berjalan kaki menyeberangi air laut dengan kedalam 1 s/d 1,5 meter. Dengan kombinasi air yang jernih serta pasir nya yang putih, kita dapat melihat dengan jelas dasar pantai, termasuk karang karang dan ikan ikan yang berenang di dalamnya.
Nama pulau Lengkuas sendiri belum jelas asal usulnya. Mengapa pulau ini dinamakan dengan salah satu bumbu dapur, yaitu lengkuas, yang pasti jika menurut penduduk setempat tidak ada kaitannya. Nama Lengkuas sudah dari sejak zaman dahulu, dan dikenal hingga turun temurun.
Satu hal yang menarik dari pulau ini, yaitu adanya Mercusuar Tua, peninggalan Belanda yang didirikan pada tahun 1882. Mercusuar ini tetap berdiri kokoh dan masih berfungsi sebagaimana mestinya, walaupun telah dimakan usia. Tidak ada perincian yang jelas mengenai mercusuar ini, hanya tahun berdiri saja, untuk ketinggiannya di perkirakan berkisar ± 50 meter. Dengan 17 lantai di dalamnya, wisatawan bebas keluar masuk hingga menuju bagian teratas dari mercusuar. Dari atas mercusuar kita bisa melihat dengan jelas keindahan diseluruh kawasan pulau dari segala penjuru.
Pulau lengkuas termasuk pulau tanpa penghuni, hanya ada 3 orang saja yang tinggal disini secara bergantian menjadi operator di mercusuar pulau. Disarankan bagi anda untuk membawa bekal sendiri jika pengen berlama lam di pulau ini. Jangan lupa untuk membawa persediaan air bersih. Walaupun terdapat toilet dipulau ini, namun persediaan air nya sangat sedikit. Dan demi menjaga kebersihan dan keindahan pulau ini, diharapkan tidak meninggalkan sampah di pulau ini. Sehingga kita bisa menjaga kelestarian dan keindahan pulau ini.
Untuk mengunjungi Pulau ini, dapat ditempuh dari pusat kota kurang lebih 24 KM. dengan menggunakan mobil rental yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. anda dapat langsung menuju dermaga yang ada didesa tanjung binga, atau ke pantai tanjung kelayang.  dermaga kedua tanjung ini  merupakan tempat berlabuh kapal-kapal motor yang bisa di sewa untuk menuju pulau ini serta beberapa pulau lainnya. Untuk harga sewa kapal motor berkisar Rp. 300.000,- s/d 400.000,- per rombongan, harga tersebut belum termasuk harga sewa pelampung atau peralatan snorkeling.

Pulau Burung, Tanjungbinga, Belitung


Pulau Burung adalah salah satu Pulau tujuan wisata yang ada di utara Pulau Belitung, tepat nya kurang lebih 24 KM dari pusat kota Tanjungpandan. Pulau ini terletak di kecamatan Sijuk, posisi pulau ini tidak jauh dengan Pantai Tanjung Kelayang. Pulau ini dinamakan pulau burung, menurut masyarakat setempat dikarenakan adanya tumpukan bongkahan batu granit yang bentuknya menyerupai paruh seekor burung .
Pulau Burung merupakan salah satu pulau yang sangat unik untuk dikunjungi, dari bebetuan granit yang bentuk nya menyerupai paruh burung, membuat kita penasaran untuk mengunjunginya. terlebih jika pada saat air laut sedang surut, kita akan menemukan telaga yang terbentuk dari air laut yang menggenang akibat air laut surut. Didalam telaga tersebut terdapat karang-karang hidup beserta ikan ikan karang yang indah didalamnya. Dengan air yang jernih kita bisa jelas melihat ikan ikan tersebut. Pemandangan yang tak kalah indahnya dengan pulau pulau kecil lainnya yang ada di Belitung dapat kita temui juga disini, hamparam pasir putih, air yang jernih, bongkahan bebatuan yang tertumpuk dan tertata rapi.
Pulau burung merupakan salah satu pulau tujuan wisata yang tidak berpenghuni, jadi jika anda ingin mengunjungi pulau ini, jangan lupa untuk membawa bekal sendiri. Dan demi menjaga kebersihan dan keindahan pulau ini, diharapkan tidak meninggalkan sampah di pulau ini. Walaupun pulau ini belum dikelola oleh dinas Pariwisata setempat, namun pulau ini tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan domestic, apalagi pada saat akhir pekan atau pada saat hari libur nasional.
Untuk mengunjungi Pulau ini, dapat ditempuh dari pusat kota kurang lebih 24 KM. dengan menggunakan mobil rental yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. anda dapat langsung menuju dermaga yang ada didesa tanjung binga, dermaga ini  merupakan tempat berlabuh kapal-kapal motor yang bisa di sewa untuk menuju pulau ini serta beberapa pulau lainnya. Untuk harga sewa kapal motor berkisar Rp. 300.000,- s/d 400.000,- per rombongan, harga tersebut belum termasuk harga sewa pelampung atau peralatan snorkeling.

Pulau Babi, Tanjungbinga, Belitung


Pulau Babi merupakan salah satu Pulau yang menjadi salah satu tujuan wisata di Pulau Belitung, hampir kebanyakan paket – paket tour wisata menawarkan tujuan wisata ke pulau ini. Pulau Babi, terletak di Utara Pulau Belitung, tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang, maupun Tanjung Tinggi. Sehingga untuk mengunjungi pulau ini hanya memerlukan waktu kurang lebih 20 menit saja dari  salah satu pantai tersebut.
Nama Pulau Babi sendiri ada dua versi menurut informasi dari penduduk setempat, yang pertama, dinamakan Pulau Babi, dikarenakan dahulu kala di Pulau itu pernah ada Peternakan Babi. Sedangkan versi yang kedua, konon ada batu granit raksasa yang bentuk nya mirip dengan hewan yang bernama Babi, maka di namakanlah Pulau tersebut dengan nama Pulau Babi, walaupun jika saat ini kita berkunjung kepulau ini tidak akan menemukan batu yang di maksud.
Pulau babi terdiri dari 2 pulau, pulau Babi Besar dan Pulau Babi kecil, posisi kedua pulau ini saling berdekatan. Dengan pemandangan yang sama-sama indah, hamparan pasir putih, bebatuan granit yang seolah tertata rapi, air yang jernih serta ikan-ikan karang yang terlihat dengan jelas didalamnya, membuat kita betah berlama-lama dipulau ini. sayang nya tidak terdapat fasilitas-fasilitas penunjang wisata dipulau ini, hal ini dikarenakan tidak ada penduduk yang tinggal di pulau ini, dengan kata lain pulau ini tidak berpenghuni.
Untuk mengunjungi Pulau ini, dapat ditempuh dari pusat kota kurang lebih 24 KM. dengan menggunakan mobil rental yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, dengan harga berkisar Rp.250.000,- dengan sopir, atau Rp. 350.000,- tanpa sopir per 24 jam. anda dapat langsung menuju tanjung kelayang atau tanjung tinggi. Kedua pantai tersebut merupakan tempat berlabuh kapal-kapal motor yang akan bisa di sewa untuk menuju pulau ini serta beberapa pulau lainnya. Untuk harga sewa kapal motor berkisar Rp. 300.000,- s/d 400.000,- per rombongan, harga tersebut belum termasuk harga sewa pelampung atau peralatan snorkeling.

Senin, 07 Januari 2013

Pemandian Alam Tirta Surya, Belitung Timur , Belitung


Merupakan salah satu tempat Pemandian Alam Yang ada di Pulau Belitung. Khusus nya untuk daerah Kabupaten Belitung Timur. Tempat pemandian ini menjadi salah satu tempat rekreasi favorit bagi masyarakat lokal Belitung Timur, hal ini dikarenakan hawa/ cuaca daerah Belitung Timur yang dominan Panas. Faktor ini dikarenakan Kabupaten Belitung Timur, khususnya Kota Manggar mempunyai lokasi yang sangat dekat dengan Laut, sehingga udara, dan hawa pada siang hari menjadi panas.
Tempat pemandian ini dibangun tahun 1993. Dengan sumber air dari aliran danau Kepayak yang tidak pernah kering, sekalipun musim kemarau. Karena air dipemandian ini mengalir terus menerus, air kolam nya pun selalu bersih dan air nya selalu segar. Terdapat 2 buah Kolam pemandian dengan kedalaman yang berbeda. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara kolam dewasa dan kolam anak-anak. Selain itu terdapat Restoran dengan berbagai macam menu makanan dan minuman. Beberapa fasilitas wisata lainya juga terdapat di tempat ini, diantara nya tempat bermain anak anak, fasilitas kamar mandi/ kamar ganti, Panggung hiburan, serta tempat parkir yang luas.
Lokasi tempat pemandian alam Tirta Surya berada di Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Jarak dari Pusat Kota Belitung Timur ± 18 KM, jika anda dari Bandara H.S Hananjoedin atau Kota Tanjungpandan jarak nya sekitar 70 KM. akses menuju tempat ini dapat ditempuh dengan  menyewa ojek yang ada di pusat kota Belitung timur/ Manggar. Dengan biaya Rp. 5.000 s/d 10.000/ orang. Jika kita dari pusat kota Tanjungpandan untuk menuju tempat Pemandian ini, harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. Untuk biaya retribusi masuk tempat pemandian ini, dikenakan tariff Rp. 5.000,-/ orangnya.

Pemandian Alam Tirta Marundang, Tanjungpandan, Belitung


Selain terkenal dengan Pantai pantai nya yang sangat indah, di Kota Tanjungpandan juga terdapat wisata alam, yaitu Pemandian Alam Tirta Marundang, tempat pemandian ini masih mempunyai suasana alam yang sejuk dan alami, pepohonan yang ada di area pemandian ini masih asli dan di biarkan tumbuh disela sela kawasan pemandian ini. Terdapat 2 kolam pemandian di tempat ini. Sebenarnya kolam pemandian ini merupakan aliran sungai marundang yang lebar dan mempunyai arus yang deras, sewaktu di temukan nya tempat pemandian ini, belum ada kolam pemandian, jadi wisatawan yang ingin berenang disini langsung berenang di aliran sungai Marundang. namun untuk menjaga kenyamanan bagi wisatawan yang ingin berenang di pemandian ini, aliran sungai marundang di bentuk menjadi 2 kolam pemandian dengan kedalaman yang berbeda. Namun untuk menjaga kealamian tempat ini sumber air kolam ini tetep bersumber dari sungai Marundang. Sehingga air yang ada di kedua kolam ini selalu mengalir, dan air yang ada di dalam kolam selalu fresh. Selain itu aliran sungai Marundang tetap mengalir, walau pun pada saat musim Kemarau. Dengan air kolam yang jernih dan bening kita bisa melihat dengan jelas dasar kolam yang berupa pasir putih dan ikan ikan air tawar yang sengaja dibiar kan bebas didalam kolam oleh pengelola. Ikan ikan yang ada di kolam kolam pemandian ini menurut informasi dari pihak pengelola, merupakan ikan ikan jenis air tawar yang memang hidup dialiran sungai Marundang.
Fasilitas wisata yang di suguhkan tempat pemandian ini termasuk komplit, tersedia kafe, kantin dengan berbagai jenis makanan, ruang bermain anak anak, kamar mandi, kamar ganti, kebun tanaman bunga dan buah buahan, serta memiliki areal parkir yang sangat luas. Setiap hari tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat local. Terlebih pada saat akhir pekan, atau hari libur, tempat ini sangat ramai dikunjungi baik oleh masyarakat local, maupun wisatawan domestic. Untuk memasuki kawasan ini wisatawan yang berkunjung akan dikenakan retribusi Rp. 5.000,-/ org nya.
Pemandian Alam Tirta Marundang terletak di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk dapat di tempuh dari pusat Kota Tanjungpandan sekitar 30 menit perjalanan dengan menggunakan mobil rental yang dapat kita sewa di beberapa hotel/penginapan yang ada di pusat kota, Harga rental mobil berkisar Rp. 350.000 ( dengan supir ) s/d Rp. 250.000 (tanpa supir) per 24 jam nya

Pemandian Alam Jerry, Tanjungpandan, Belitung


Pemandian alam yang ada di kota Tanjungpandan ini benar benar menyatu dengan alam, tidak terdapat kolam renang seperti kebanyakan tempat pemandian Alam lainnya. Begitu kita memasuki kawasan  ini kita benar benar disuguhkan sungai panjang dan lebar berkelok kelok diantara akar-akar pepohonan yang tumbuh disekitar sungai.  Air sungai yang mengalir dengan jernih dengan pasir putih didasarnya, membuat kita bisa dengan jelas melihat berbagai jenis ikan air tawar didalamnya. Air yang mengalir di Pemandian ini berasal dari aliran Sungai Bebulak yang bersumber dari mata air di bawah kaki Gunung Tajam. Sehingga air yang ada di pemandian ini, selain jernih, air nya mempunyai suhu air yang dingin, seperti air pegunungan.
Dinamakan Pemandian Jerry, dikarenakan pemilik tempat Pemandian ini bernama Jerry Uktoselja. Dengan lokasi pemandian yang cukup luas, kita juga bisa melihat lihat berbagai macam koleksi hewan hewan peliharaan milik pengelola yang terpelihara dan terawatt dengan baik, selain itu juga terdapat beraneka macam tanaman buah buahan yang hanya tumbuh di Pulau Belitung, tumbuh dan berbuah sesuai musimnya. Jika pada saat musim buah, biasanya wisatawan yang berkunjung ke tempat ini bisa ikut panen dan menikmati buah buahan yang ada secara gratis. Ditempat ini juga tersedia kantin makanan dengan berbagai macam menu. Fasilitas wisata lainnya yaitu tempat bermain anak anak, kamar ganti dan kamar mandi, serta tempat parkir  kendaraan yang luas.
Lokasi pemandian ini berada di Desa Perawas, Tanjungpandan, Belitung, dengan jarak tempuh ± 12 KM kita bisa mencapai tempat ini. Lokasi pemandian ini berada di pinggir Jalan Raya Tanjungpandan-Belitung Timur, jadi kita susah untuk menemukan lokasinya. Waktu buka tempat pemandian ini dari pukul 07.00 s/d 18.00. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa menggunakan tranportasi umum dari terminal Kota Tanjungpandan dengan biaya Rp.6.000,- / org nya. Sedangkan biaya retribusi masuk pemandian ini, wisatawan akan di kenakan tariff Rp.2000,-/ org nya.

Pantai Teropong (Bukit Samak), Manggar , Belitung


Dari nama pantai ini terkesan sangatlah unik. Seperti kita ketahui teropong merupakan alat bantu untuk mengamati benda jauh agar terlihat menjadi lebih jelas. Namun sebenar nya jika kita amati lokasi wisata ini tidak cocok dengan sebutan pantai. Karena lokasi nya tidak seperti pantai pantai lainnya yang ada di Pulau Belitung ini. Cocok nya kawasan ini disebut bukit yang berada di pinggir sebuah tebing yang berbatasan langsung dengan air laut. Ketinggian tebing tersebut cukup tinggi, sekitar ± 130 Meter dari permukaan laut. Tempat ini sendiri menurut masyarakat setempat lebih dikenal dengan sebutan Bukit Samak, dinamakan Samak, karenakan kawasan ini dulu nya banyak di tumbuhi pepohonan dengan nama pohon samak. Namun dari informasi yang kami dapat dari penjaga yang ada dikawasan ini, dahulunya pada masa penjajahan Belanda, di bukit ini memang ada Teropong yang sengaja dipasang untuk mengamati keluar masuknya kapal kapal yang membawa minyak dan merapat di dermaga Olie Pier.
Pantai/ bukit ini memang terletak tidak jauh dari kawasan Dermaga Olie Pier, sayangnya dermaga Olie Pier saat ini tinggal puing puingnya saja jika kita lihat dari bukit/ pantai ini. Namun dari atas bukit ini bukan hanya puing puing dermaga Olie Pier saja yang bisa kita saksikan, melainkan  beberapa pantai lainnya yang berada tidak jauh dari pantai ini, seperti pantai nyiur melambai dan pantai keramat. Selain itu juga biru nya laut Selat Karimata dapat kita lihat dengan jelas jika menggunakan teropong dari kawasan wisata ini. Untuk menarik minat wisatawan yang berkunjung ke tempat ini, kawasan ini di kelola oleh Pemda setempat menjadi suatu kawasan wisata dengan menyediakan cafĂ©, toilet, tempat bermain anak anak, mushola dan Gazebo. Selain itu juga terdapat tempat penginapan di lokasi wisata ini.
Lokasi bukit/ pantai ini berada di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Berlitung Timur. jika anda dari Bandara H.S Hananjoedin atau Kota Tanjungpandan jarak nya sekitar 80 KM. akses menuju tempat ini dapat ditempuh dengan  menyewa ojek yang ada di pusat kota Belitung timur/ Manggar. Dengan biaya Rp. 5.000 s/d 10.000/ orang. Jika kita dari pusat kota Tanjungpandan untuk menuju tempat Pemandian ini, harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. Untuk biaya retribusi masuk objek wisata ini, dikenakan tariff Rp. 5.000,-/ orangnya 

Pantai Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Belitung


Pantai tanjung pendam adalah salah satu pantai yang terletak di kepulauan Bangka Belitung, tepat nya di pulau Belitung. Berada di pesisir ibukota Belitung, yaitu Kota Tanjung Pandan. Pantai ini sudah lama terbentuk. hal ini dapat kita lihat dari banyaknya bangunan tua ciri khas Negara Belanda di sekitar Kawasan Pantai Tanjungpendam, yang secara tidak langsung dapat kita simpulkan Pantai ini sudah ramai dikunjungi sejak masa penjajahan Belanda.
Pantai ini setiap hari selalu ramai dikunjungi, apalagi di waktu sore hari, hal ini dikarenakan jarak pantai yang tidak jauh dari pusat kota, fasilitas permainan anak-anak yang lumayan lengkap, berbagai jajanan pasar bisa kita temui, dan selain itu di sore hari kalau cuaca tidak mendung kita bisa menikmati matahari terbenam dengan jelas. Terlebih lagi pada saat- saat tertentu sering diadakan pesta adat dan bermacam-macam event hiburan rakyat di pantai ini. Sayang nya pantai ini tidak bisa digunakan untuk berenang, walaupun kontur tanah nya yang landai, air yang jernih, hal ini dikarenakan kawasan pantai ini dahulunya pernah menjadi kawasan penambangan Timah dengan menggunakan Kapal Keruk, oleh Belanda dan PT. Timah, sehingga kontur tanah pantai ini walau terlihat landai, namun sangat berbahaya jika kita tidak berhati-hati. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Kota telah memasang tanda larangan Berenang di pantai ini.
Dari pusat Kota Tanjungpandan, pantai ini sangat mudah ditempuh, berbagai transportasi dapat kita jumpai dikota ini, dari tukang ojek, mobil angkutan umum, atau mobil rental agar kita lebih leluasa mengelilingi pantai ini. Untuk harga sewa tukang ojek biasanya bervariasi, tergantung kita menawar nya. Untuk angkutan umum Rp.5.000,-. Untuk biaya masuk pantai ini, kita akan dikenakan biaya masuk Rp.2.000,-/ orang.

Pantai Tanjung Kiras, Membalong, Belitung


Hampir semua, objek wisata yang ada di Belitung adalah pantai, hal ini dikarenakan Belitung merupakan Kota dengan wilayah daratan nya di kelilingi oleh laut. Sehingga otomatis pinggiran pulau Belitung di dominasi oleh pantai. Dan hampir semua menjadi tujuan wisata jika kita berkunjung ke Pulau Belitung. Pantai Tanjung Kiras termasuk salah satu diantaranya. Pantai ini memang tidak setenar seperti pantai pantai lainnya yang ada di Pulau Belitung, dikarenakan lokasi Pantai yang jauh dari pusat kota Pulau Belitung, Tanjungpandan, dan juga belum adanya pihak pengelola dipantai ini. Sehingga fasilitas wisata yang ditawarkan oleh pantai ini belum selengkap pantai pantai lainnya. Hanya shelter dan mini kafetaria yang tersedia di pantai ini. Namun pemandangan yang di hadirkan oleh pantai ini, tidaklah kalah dengan pantai pantai lainnya yang ada di kepulauan Belitung.
Lokasi Pantai tanjung Kiras berada dipinggiran Bukit dengan bibir pantai di dominasi oleh Bebatuan Granit yang ukuran nya besar besar, namun walaupun hampir semua pinggir pantai didominasi oleh bebatuan granit, air yang ada di pinggir pantai tidak curam/ dalam. Tetapi tetap landai seperti pantai pantai lainnya. Air nya yang jernih, serta pasir pantai yang putih juga dapat anda temukan di pantai ini. Pantai ini juga mempunyai ombak yang tenang, sehingga wisatawan yang berkunjung kepantai ini bisa berenang dengan nyaman. Tidak ada informasi yang jelas mengenai asal nama pantai ini. Pantai ini sangat ramai di kunjungi pada saat akhir pekan atau hari libur oleh masyarakat local atau wisatawan domestic.
Pantai ini terletak Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong. Untuk menuju Pantai ini dapat di tempuh dari pusat Kota Tanjungpandan dengan jarak ± 70 KM, dengan menggunakan mobil rental yang dapat kita sewa di beberapa hotel/penginapan yang ada di pusat kota, kita bisa menikmati keindahan yang ada di pantai ini. Harga rental mobil berkisar Rp. 350.000 ( dengan supir ) s/d Rp. 250.000 (tanpa supir) per 24 jam nya. 

Pantai Serdang, Belitung Timur, Belitung


Merupakan salah satu  wisata Pantai yang ada di Pulau Belitung, khususnya wisata pantai di wilayah Belitung Timur. Pantai ini sangat mudah untuk dikunjungi, karena jarak dari pusat kota, Manggar, hanya ± 1 KM, setiap hari pantai ini selalu Ramai dikunjungi oleh penduduk setempat. Terlebih lagi jika hari libur, atau akhir pekan pantai ini akan bertambah ramai pengunjungnya.
Pantai ini mempunyai keistimewaan tersendiri di bandingkan dengan Pantai pantai lain pada umumnya. Hampir kebanyakan pantai selalu di jumpai pohon kelapa di sekitar pantai. Namun tidak dengan pantai ini. Disepanjang pantai ini kita akan menjumpai pohon-pohon pinus yang tumbuh tertata rapi. Sehingga suasana pantai terkesan, rindang, teduh, dan sejuk. Membuat kita betah berlama lama di pantai ini. Selain itu hamparan rumput hijau tumbuh diantara pepohonan pinus. Keistimewaan pantai ini juga terlihat dari adanya parkir perahu perahu nelayan yang ada di bibir pantai yang tertata rapi oleh para nelayan. Selain itu warna perahu nelayan ini berwarna warni, sehingga menambah keindahan suasana pantai. Pantai ini hampir sama dengan kebanyakan pantai yang ada di kepulauan Belitung lainnya, didominasi pasir putih dan air pantai yang bersih dan jernih. Selain itu kontur pantai yang landai, dan ombak yang tenang menjadikan pantai ini aman untuk melakukan kegiatan berenang.
Untuk menuju Pantai ini kita bisa menyewa ojek yang ada di pusat kota Belitung timur/ Manggar. Dengan biaya Rp. 5.000 s/d 10.000/ orang kita bisa menuju pantai ini. Jika kita dari pusat kota Tanjungpandan untuk menuju pantai ini, harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp.2350.000,- tanpa sopir per 24 jam.

Pantai Punai, Belitung Timur, Belitung


Hampir semua pantai yang ada di Pulau Belitung mayoritas memiliki pantai berpasir putih. Pantai Punai juga salah satu diantaranya. Pantai Punai merupakan salah satu pantai yang terletak di bagian ujung Selatan Pulau Belitung. Tepat nya di Desa Tanjung Kelumpang,  Simpang Pesak, Kecamatan Dendang. Dari Pusat Kota Tanjungpandan pantai ini dapat ditempuh dengan jarak ± 93 KM dan dengan waktu 1,5 s/d 2 jam perjalanan. Pantai ini masih sangat alami, dan masih dalam tahap pengembangan wisata oleh Pemda setempat. Seperti hal nya pantai pantai lain yang ada di Pulau Belitung, Pantai ini juga memiliki pasir putih, bebatuan granit yang tersebar di pinggir pantai dari ukuran yang besar hingga kecil dan air laut yang jernih dan kebiru biruan serta pepohonan nyiur dan cemara laut.
Pemandangan alam di pantai ini benar benar masih alami dan sangat indah. Di pagi hari kita akan menyaksikan para Nelayan local yang Pulang dari Laut dengan berbagai macam hasil tangkapan nya. Kita juga bisa memilih dan membeli ikan ikan segar hasil dari tangkapan para nelayan local tersebut. Terlebih pada sore hari, jika cuaca bersahabat, kita bisa menyaksikan matahari terbenam dengan jelas dari  pinggir pantai ini. Selain itu kontur pasir pantai yang landai, ombak yang tenang, serta air laut yang jernih dan bersih menjadikan pantai ini bisa untuk berenang. Asal nama pantai Punai sendiri, menurut informasi yang didapat dari penduduk setempat, berasal dari salah satu nama jenis burung yang banyak hidup bebas di pepohonan hijau yang ada di kawasan pantai ini. Nama burung tersebut yaitu Burung Punai. Karena pantai ini masih dalam tahap pengembangan, fasilitas wisata yang ada di pantai ini masih minim, hanya terdapat beberapa shelter dan panggung terbuka yang hanya digunakan pada waktu tertertu oleh masyarakat sekitar.
Untuk menuju pantai Punai ini dari pusat kota Tanjungpandan dapat ditempuh dengan waktu 1,5 s/d 2 jam perjalanan. kita bisa merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam.

Pantai Penyabong, Tanjungpandan


Pantai ini Merupakan salah satu pantai tujuan wisata yang ada di Pulau Belitung. Terletak di desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong, Belitung. Sangat disayangkan akan tidak adanya fasilitas wisata di pantai ini. Pantai ini memiliki keindahan alam yang hampir sama dengan keindahan pantai Tanjung Tinggi. Jika kita perhatikan pantai ini memiliki gugusan Bebatuan granit yang sangat banyak bertebaran disekitar pantai, sama hal nya dengan yang ada di pantai Tanjung Tinggi. hanya saja yang membedakan dengan pantai Tanjung Tinggi, yaitu ada nya Batu Granit besar yang memanjang dan menyambung satu sama lain dengan batu granit lainnya menjorok ke arah laut. Selain itu terdapat pepohonan Padan Laut yang tumbuh berderet rapi di sepanjang pinggir pantai ini.
Nama “ Penyabong” menurut informasi yang didapat dari penduduk setempat dikarenakan adanya gugusan bebatuan granit besar yang memanjang dan menyambung satu sama lain dengan batu granit lainnya. Intinya penyabong sama halnya dengan menyambung. Bebatuan granit tersebut memanjang kearah tengah laut seolah olah seperti dermaga alami. Selain itu pantai ini juga memiliki pasir putih. dengan kontur pantai yang landai, ombak laut yang sedang, air laut yang jernih dan bersih, membuat pantai ini aman dan nyaman untuk berenang. Tidak ada nya fasilitas wisata, membuat wisatawan yang datang kepantai ini tidak setiap saat, hanya pada waktu tertentu saja, seperti pada akhir pekan atau hari libur besar. Walaupun sudah terdapat beberapa warung makan kecil yang dikelola oleh penduduk sekitar, sangat disaran kan jika berwisata ke pantai ini untuk membawa bekal. Dikarenakan warung makan tersebut tidak buka setiap hari.
Pantai ini berlokasi di Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong. Untuk menuju Pantai ini dapat di tempuh dari pusat Kota Tanjungpandan dengan jarak ± 65 KM, dengan menggunakan mobil rental yang dapat kita sewa di beberapa hotel/penginapan yang ada di pusat kota, kita bisa menikmati keindahan yang ada di pantai ini. Harga rental mobil berkisar Rp. 350.000 ( dengan supir ) s/d Rp. 250.000 (tanpa supir) per 24 jam nya. 

Pantai Nyiur Melambai/ Pantai Lalang, Belitung Timur, Belitung


Pantai ini merupakan pantai yang sangat terkenal  sebagai tujuan wisata bagi masyarakat Kota Belitung Timur. Setiap pagi hari pantai ini ramai dikunjungi untuk melihat matahari terbit ( Sunrise). Terlebih pada saat akhir pekan atau hari libur pantai ini sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat local maupun wisatawan domestic. Karena letak pantai yang ada di belahan sisi timur pulau Belitung, otomotis jika pagi hari matahari terbit akan bisa dilihat dengan jelas jika cuacanya mendukung. Pantai ini memiliki garis pantai yang memanjang, dengan hamparan pasir putih nya. Tidak terdapat bebatuan granit di pantai ini, yang ada hanya deretan pohon pinus yang membuat suasana dipantai ini menjadi teduh dan sejuk.  Selain itu kontur pantai yang melandai dan ombak air yang tidak terlalu besar, menjadikan pantai ini aman untuk berenang.
Pantai ini sebenarnya lebih dikenal dengan sebutan Pantai Lalang oleh masyarakat sekitar/ masyarakat Belitung Timur. Hal ini dikarenakan letak pantai yang berada di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Namun untuk mengangkat nama pantai ini agar menjadi daerah tujuan wisata yang lebih ramai lagi di kunjungi wisatawan domestic maupun mancanegara, Pemerintah Belitung  Timur mempunyai inisiatif untuk merubah nama Pantai ini menjadi “ Nyiur Melambai”. Selain itu juga sering diadakan perlombaan dan berbagai macam feltifal kesenian daerah di pantai ini. Walau demikian belum terdapat fasilitas wisata yang disediakan oleh Pemda setempat dipantai ini. Hanya warung warung penyedia makanan dan kamar mandi/ kamar ganti umumatas  inisiatif masyarakat sekitar saja yang ada di tempat ini. Hanya beberapa fasilitas olahraga saja, yang di bangun Pemda setempat di area pantai ini. Diantaranya seperti lapangan Volley Pantai, lapangan Futsal, serta fasilitas panjat tebing buatan.
Untuk menuju Pantai ini kita bisa menyewa ojek yang ada di pusat kota Belitung timur/ Manggar. Dengan biaya Rp. 5.000 s/d Rp. 10.000/ orang, kita bisa menuju pantai ini. Jika kita dari pusat kota Tanjungpandan untuk menuju pantai ini, harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam.

Pantai Mudong, Belitung Timur, Belitung


Pantai Mudong atau di sebut juga pantai Rekreasi Ghina merupakan salah satu pantai yang ada di wilayah bagian Belitung bagian Sebelah timur, tepat nya berada di perbatasan antara Kecamatan Manggar, IbuKota Belitung Timur, dengan Kecamatan Gantung/ Gantong. Walaupun Pantai ini berada tidak jauh dari pusat Kota Kecamatan Gantung, kondisi pantai ini masih sangat alami, dan belum dikelola oleh Dinas Pariwisata Setempat. Di sore hari pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat setempat untuk sekedar nongkrong menunggu matahari terbenam, lokasi pantai yang berada di pinggir jalan ini sangat mudah diakses oleh semua orang. Sayang kondisi jalan nya belum semua semua  di aspal, sebagian masih berupa tanah merah. Sehingga jika musim panas jalanan ini akan menghasil kan debu kotor, sebalik nya jika musim penghujan jalanan ini akan menjadi becek. Kurang tanggap nya Pemda Belitung Timur membuat pantai yang pernah terkenal lewat soundtrack Film Laskar Pelangi ini terkesan tidak terawat. Padahal jika pantai ini dikelola dengan baik, akan menambahkan devisa dari wisatawan yang berkunjung ke pantai ini.
Pantai ini juga memiliki cirri khas yang sama dengan pantai pantai lainnya yang ada di Pulau Belitung, yaitu pasir pantai yang putih, serta air laut pantai yang jernih dan berwarna kebiru biruan. Selain itu kontur pasir pantai yang landai, serta ombak nya yang relative kecil, membuat pantai ini juga aman untuk berenang. Hanya saja walaupun ombaknya yang relative kecil, abrasi yang di timbulkan oleh ombak di pantai ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan.hampir rata di sepanjang bibir pantai terkena abrasi yang mengakibatkan permukaan tanah di pinggir pantai semakin tergerus, dan juga menumbangkan beberapa pohon kelapa yang ada di pinggir pantai, sehingga pohon kelapa yang tumbang tersebut rebah dan berserakan di pantai ini. Walau demikian, tidak ada salah nya  jika anda mengunjungi pantai ini, karena dengan keindahan kita akan merasa puas, terlebih jika bis menyaksikan matahari terbenam di pantai ini.
Untuk menuju Pantai ini kita bisa menyewa ojek yang ada di pusat kota Belitung timur/ Manggar. Dengan biaya Rp. 5.000 s/d 10.000/ orang kita bisa menuju pantai ini. Jika kita dari pusat kota Tanjungpandan untuk menuju pantai ini, harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam.

Pantai Keramat, Belitung Timur, Belitung


Dari nama pantai ini, tentulah membuat sebagian orang penasaran dengan pantai ini. Betapa tidak dari kalimat “keramat” membuat orang penasaran tentunya. walau pun nama  pantai ini terkesan menyeramkan, namun pemandangan yang ada di pantai ini tidak seseram namanya. Pantai ini juga memiliki keindahan yang hampir sama dengan pantai pantai lainnya yang ada di kepulauan Belitung lainnya. Hamparan pasir yang putih di bibir pantai, juga kontur pasir pantai yang landai, serta ombak yang relative kecil terdapat di pantai ini. Dengan kondisi pantai tersebut, pantai ini aman untuk aktifitas berenang. Dinamakan “Keramat” bukan berarti pantai nya yang dikeramatkan. Tetapi adanya gugusan batu yang berada ± 10 Meter dari bibir pantai, yang di keramatkan/ dituahkan oleh masyarakat yang ada di sekitar pantai ini. Bahkan pada zaman dahulu, sebelum pantai ini dibuka untuk masyarakat umum, tempat gugusan batu ini sering diadakan ritual ritual tertentu oleh masyarakat sekitar.
Pantai ini memang belum dikelola oleh Pemda setempat. Sehingga pantai ini masih terlihat alami, belum terdapat fasilitas wisata di tempat ini. Hanya inisiatif beberapa masyarakat sekitar pantai yang berjualan dengan aneka macam makanan dan minuman. Selain itu juga terdapat fasilitas kamar mandi/ kamar ganti yang di buat dan dikelola oleh masyarkat sekitar. Untuk memasuki wilayah pantai ini belum dikenakan biaya retribusi.
Lokasi pantai ini berada di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Berlitung Timur. jika anda dari Bandara H.S Hananjoedin atau Kota Tanjungpandan jarak nya sekitar 80 KM. akses menuju tempat ini dapat ditempuh dengan  menyewa ojek yang ada di pusat kota Belitung timur/ Manggar. Dengan biaya Rp. 5.000 s/d 10.000/ orang. Jika kita dari pusat kota Tanjungpandan untuk menuju  Pantai ini, harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp.350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. 

Museum Badau, Tanjungpandan, Belitung


Dinamakan Museum Badau di karenakan museum ini memang lokasinya berada di Kecamatan Badau, Tanjungpandan. Kurang lebih 29 KM dari pusat Kota Belitung, Tanjungpandan. Museum ini dibangun atas inisiatif dari pemerintah untuk menjaga dan melestarikan sejarah peninggalan kerajaan yang dulu nya pernah berada di Kecamatan Badau. Menurut sejarahnya di Pulau Belitung terdapat beberapa Kerajaan yang pernah berdiri, salah satu diantaranya yaitu Kerajaan Badau. Dalam buku sejarah Pulau Belitung yang disusun oleh DR. Osberger ( geologist, pendiri museum Belitung ), diceritakan bahwa pada abad ke XV, Kerajaan Badau berdiri yang dipimpin seorang yang berasal dari Pulau Jawa dengan nama Ronggo Udo. Semasa beliau memimpin, beliau dikenal dengan gelar Datuk Mayang Gersik, dan beliau merupakan Raja Pertama Kerajaan Badau pada masa itu. Beberapa benda bukti sejarah peninggalan kerajaan Badau itulah yang menjadi isi dari bagian Museum Badau ini.
Berbagai benda sejarah peninggalan kerajaan Badau yang ada di Museum ini, antara lain terdapat beberapa jenis Keris, Pedang, Gong, Kelinang, Garu Rasul / Kayu Gaharu dan sepasang Tombak yang menjadi kebanggaan dari masyarakat Badau, yaitu Tombak Berambu. sepasang tombak ini menurut juru kunci museum yang sekaligus keturunan terakhir Raja Badau memiliki suatu keistimewaan, yaitu jika pada malam hari sepasang tombak ini akan terbang bebas mengelilingi Kota Kecamatan Badau. Menurut beliau sepasang tombak tersebut terbang menjaga kota Badau. Dengan adanya keistimewaan Sepasang tombak ini, maka sepasang tombak ini diletakan disebuah lemari kaca yang tidak dikunci sama sekali. Namun jangan pernah sekali kali jika anda mengunjungi museum ini untuk berniat memegang ataupun mengambil sepasang tombak ini, karena akan mendapatkan tulah dari benda tersebut.
Akses untuk menuju Museum ini sangatlah mudah. Hal ini dikarenakan lokasi Museum yang terletak di pusat Kecamatan Badau dan bangunan museum ini berada di pinggir jalan raya Tanjungpandan-Belitung Timur. Dari pusat kota Tanjungpandan, Museum dapat ditempuh dengan waktu ± 30 menit. kita bisa merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp .250.000,- tanpa sopir per 24 jam. Biaya masuk ke museum ini, pengunjung akan dikenakan biaya Rp.2.000,-/ orang. Biaya masuk tersebut digunakan untuk biaya perawatan Museum.

Museum Belitung, Tanjungpandan, Belitung


Merupakan salah satu Museum yang ada di Pulau Belitung. Di Pulau Belitung sendiri terdapat 3 Museum. Namun pada kesempatan ini Museum Belitung atau Museum Tanjungpandan yang akan diulas terlebih dahulu. Selain terkenal dengan objek wisata pantai nya, di Pulau Belitung juga terdapat Museum yang menyimpan benda benda sejarah yang berkaitan dengan sejarah Pulau Belitung. Bangunan Museum ini terletak di Jalan Melati tepatnya, didepan RSUD ( Rumah Sakit Umum Daerah ) Kota Tanjungpandan. Lokasi Museum ini berada tidak jauh dari lokasi objek wisata Pantai Tanjungpendam. Hampir semua Bangunan yang ada disekitar kawasan Tanjungpendam adalah bangunan Tua, dan mempunyai usia yang cukup lama ( dari sejak jaman penjajahan Belanda hingga saat ini masih berdiri kokoh) dengan cirri bangunan yang kokoh dan bangunan khas Belanda, menjadikan kawasan rumah yang ada di pantai Tanjungpendam merupakan kawasan Benda Cagar Budaya. pada masa itu bangunan rumah rumah tersebut dikenal dengan sebutan Rumah Tuan Kuase atau Hoofdadministrateur.  Museum ini juga merupakan Bangunan Sejarah yang merupakan salah satu Benda Cagar Budaya Belitung yang dilindungi oleh Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya
Museum ini terbentuk atas ide dan gagasan oleh seorang Geologist kebangsaan Belgia bernama DR. Osberger, pada tahun 1963. Pada masa itu DR. Osberger sendiri masih bertugas sebagai Geologist di unit penambangan Timah , PT. Timah,tbk. DR. Osberger berkeinginan untuk membuat museum yang isi nya khusus menyimpan sejarah penambangan Timah baik yang dikerjakan secara tradisional maupun modern, juga sebagai tempat menyimpan berbagai jenis bebatuan yang ada di Pulau Belitung yang diperoleh selama proses Penambang Timah. Namun setelah sepeninggalan DR. Osberger, Museum ini dikelola dan diambil alih oleh Pemda setempat tanpa mengubah isi museum. Untuk menambah daya tarik pengunjung ke museum ini, isi museum ditambah kan dengan benda benda sejarah peninggalan kerajaan kerajaan yang pernah berdiri di Pulau Belitung, juga benda benda sejarah peninggalan perang. Selain itu juga untuk menarik minak pengunjung pada bagian belakang bangunan Museum ini, karena halamannya yang luas, dibangun sebuah  Kebun Binatang Mini, yang isi nya beraneka satwa khas Pulau Belitung.
Dari pusat Kota Tanjungpandan, Museum ini sangat mudah ditempuh, berbagai transportasi dapat kita jumpai dikota ini, dari tukang ojek, mobil angkutan umum, atau mobil rental. agar kita lebih leluasa lebih disarankan untuk menyewa mobil rental yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, dengan harga berkisar Rp.350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. Jika menggunakan transportasi umum, harga sewa tukang ojek biasanya bervariasi, tergantung kita menawar nya. Untuk angkutan umum Rp.5.000,-. Untuk biaya masuk museum ini, kita akan dikenakan biaya masuk Rp.5.000,-/ orangnya.

Bendungan Pice, Gantung, Belitung Timur, Belitung


Bendungan Pice merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Tepat nya di Hulu Sungai Lenggang, Kecamatan Gantung, kurang lebih 9KM dari Kota Gantung, Belitung Timur. Walaupun hanya berupa Bendungan, tempat ini sangat ramai di kunjungi, baik oleh masyarakat setempat, maupun wisatawan domestic yang berkunjung ke pulau Belitung. Hampir setiap hari bendungan ini dijadikan tempat tongkrongan anak anak muda, khususnya disore hari.  Semenjak bendungan ini tidak di fungsikan lagi, bendungan ini diambil alih oleh Pemerintah setempat, selain menjadi salah satu bangunan bersejarah, tempat ini juga di jadikan salah satu tujuan wisata yang ada di Pulau Belitung, khususnya Belitung Timur. Untuk mendukung menjadi tempat tujuan wisata, bendungan ini dipugar dan diadakan perawatan dan pemeliharaan, selain itu di percantik dengan adanya dua Gazebo di kanan kiri bendungan yang berfungsi untuk wisatawan yang berkunjung ketempat ini, untuk melihat keindahan pemandangan yang ada disekitar bendungan.
Bendungan ini didirikan sekitar tahun 1936 s/d 1939 dengan panjang bendungan 50 meter, dan memiliki 16 pintu air dengan masing masing ukuran pintu air sebesar 2,5 meter. Bendungan ini di bangun di hulu sungai Lenggang, sungai ini merupakan sungai besar dan panjang hingga membelah Kota Gantung, Belitung Timur. Dinamakan “PICE” oleh masyarakat setempat dikarenakan bendungan ini di bangun oleh insinyur Belanda yang bernama “ Sir Vance “, karena masyarakat setempat tidak bisa membaca ejaan nama insinyur tersebut, maka “ Vance” di baca PICE” oleh masyarakat sekitar. Nama PICE terkenal hingga saat ini. Bendungan ini dibangun oleh Perusahaan Timah milik Belanda yang ada di Belitung, sebagai alat pengatur tinggi rendahnya permukaan air sungai Lenggang untuk mempermudah system kerja kapal keruk dalam melakukan eksplorasi pada masa penjajahan Belanda. Untuk saat ini, walaupun sebagian pintu air masih bisa di fungsikan, namun bendungan ini tidak berfungsi seperti dahulu kala, dikarenakan setelah tambang Timah di kelola oleh PT.Timah, tbk, Kapal keruk tidak beroperasional lagi.
Untuk menuju bendungan ini dari pusat kota Tanjungpandan kita bisa merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. 

Bukit Berahu, Tanjungpandan, Belitung

Dari nama nya yang terkesan unik, kita tidak akan menyangka kalau tempat ini merupakan salah satu kawasan wisata yang ada di pulau Belitung, terlebih lagi tempat wisata ini berada di atas bukit. Seperti kita ketahui hampir kebanyakan tempat wisata di pulau Belitung merupakan pantai dan beberapa pulau kecil lainnya, hal ini dikarenakan merupakan suatu wilayah kepulauan. Bukit Berahu terletak di Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, kurang lebih 18 KM dari pusat Kota Tanjungpandan.
Bukit berahu, nama yang aneh bukan? Menurut informasi dari penduduk setempat, dinamakan bukit berahu, karena bentuk bukit ini seperti bentuk perahu yang terbalik jika dilihat dari kejauhan. Karena lokasi nya yang berada di dekat pantai, maka pemandangan yang ada di sekitar nya menjadi sangat indah. Terlebih lagi tempat ini sudah dikelola dan menjadi suatu tempat tujuan wisata, baik untuk domestic, maupun manca Negara. Berbagai fasilitas sudah terdapat disana. Dari cottage, Bungalow, restoran, dan Kolam renang tersedia di kawasan ini. Panorama keindahan alam yang ada di bukit ini membuat kita betah berlama lama. Disekitar bukit ini terlihat jelas pantai  pantai dan hamparan laut beserta kapal-kapal nelayan. Terlebih di malam hari, jika cuaca tidak hujan, kita bisa menikmati hamparan bintang yang bertaburan dilangit dengan jelas, di barengi dengan gemerlap lampu lampu kapal nelayan yang terlihat jelas di sekitar pantai.
Bukit berahu dapat di tempuh dari pusat Kota Tanjungpandan dengan jarak ± 18 KM, dengan menggunakan mobil rental yang dapat kita sewa di beberapa hotel/penginapan yang ada di pusat kota, kita bisa menikmati keindahan bukit ini. Harga rental mobil berkisar Rp. 350.000 ( dengan supir ) s/d Rp. 250.000 (tanpa supir) per 24 jam nya. Untuk biaya masuk ke kawasan ini, dikenakan biaya retribusi Rp. 10.000,- per orang nya.

Danau Mempayak, Belitung timur, Belitung

Walaupun bukan merupakan objek wisata popular seperti objek wisata pantai yang ada di Pulau Belitung, namun tidak ada salah nya jika anda sedang melakukan perjalanan dari Kota Tanjungpandan menuju Kota Manggar, Belitung Timur untuk singgah ke tempat wisata ini. Sebenarnya yang di maksud Danau disini, bukan lah danau seperti danau danau lainnya yang terbentuk karena keadaan alam. Danau mempaya ini sebenar nya merupakan lubang bekas galian tambang timah yang sudah tidak dilakukan penambangan dan dibiarkan terbuka tanpa dilakukan reboisasi. Lambat laun seiring perjalanan waktu lubang ini tergenang oleh air hujan. Dikarenakan lubang nya yang besar dan dalam, serta dasar lubang ini struktur tanahnya kaolin, air yang menggenang ini tidak pernah kering, walau musim kemarau panjang. Dari informasi yang didapat dari masyarakat setempat, danau ini disebut “Kolong” ( lubang bekas tambang galian timah yang sengaja dibiarkan terbuka tanpa reklamasi ). Namun untuk mengangkat agar tempat ini menjadi suatu tempat kunjungan wisata, oleh pemerintah diganti nama nya menjadi Danau. Nama Mempaya sendiri, diambil nari nama Desa dimana danau ini berada.
Untuk menunjang sarana wisata, oleh Pemda setempat , tempat ini dibangun beberapa gazebo dan restoran yang menyediaka segalan makanan dan minuman, selain itu terdapat mushola dan tempat area bermain anak anak. Pemandangan di danau ini sangatlah indah, air nya yang jernih bewarna kehijauan, dan pohon pohon peneduh yang ada disekitar danau, serta berlatar belakang gunung burung mandi. Sayang danau ini tidak bisa dilakukan aktifitas berenang. Diarenakan danau ini mempunyai kedalaman yang sangat dalam ± 40 Meter.
 Akses untuk menuju objek wisata ini tidak lah sulit, dikarenakan lokasi danau ini berada di pinggir jalan raya utama dari Kota Tanjungpandan menuju Kota manggar, Belitung Timur.  jika anda dari Bandara H.S Hananjoedin atau Kota Tanjungpandan jarak nya sekitar 50 KM. jika kita dari ppusat Kota Manggar/ Blitung Timur dengan  menyewa ojek yang ada di pusat kota, dengan biaya Rp. 5.000 s/d 10.000/ orang kita sudah bisa menuju Danau ini.  Jika kita dari pusat kota Tanjungpandan untuk menuju Danau ini, harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp.350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam.

Air Terjun Batu Mentas, Tanjungpandan, Belitung

Tidak semua tempat tujuan wisata yang ada di Pulau Belitung adalah Pantai, dikarenakan Belitung merupakan Kota yang berada diKepulauan, jadi hampir semua tujuan tempat wisata nya yang di utamakan pantai pantai nya. Namun perlu di ketahui juga, wisata alam air terjun juga terdapat di Pulau ini, walaupun belum di kelola dengan baik, namun tidak ada salah nya jika kita berwisata kesana.
Air Terjun Batu mentas, terletak  ± 20 KM dari pusat kota, Tanjungpandan. Tepatnya di Dusun Kelekak Datuk, Kecamatan Badau. Kawasan ini menurut informasi dari penduduk setempat  lebih dikenal dengan nama Batu Mentas, hal ini dikarenakan tidak hanya air terjun nya saja yang menjadi andalan wisata di tempat ini, tetapi terdapat juga tempat konservasi satwa dan flora endemic, yang merupakan cirri khas dari Pulau Belitung. Seperti rusa dan Pelanduk, serta tanaman Tarsius SP, atau tanaman kantung Semar dapat anda jumpai di kawasan ini dengan beraneka macam jenis. Kawasan ini masih termasuk kawasan hutan yang dilindungi oleh Negara, sehingga keutuhan dan keasrian kawasan ini masih sangat terjaga.
Untuk memasuki kawasan ini, kita harus berjalan kaki sekitar 30 menit dari pintu kawasan Batu Mentas. untuk mencapai lokasi air terjun batu mentas, pemandangan alam yang masih asri, udara yang sejuk, keteduhan pepohonan merupakan keindahan yang di hadirkan oleh tempat wisata ini, membuat suasana serasa kita benar benar menyatu dengan alam, sebelum mencapai lokasi air terjun kita disuguhkan berbagai macam jenis tanaman Tarsius SP atau Tanaman Kantung Semar yang menurut informasi dari penjaga yang ada dilokasi, sebagian jenis tanaman tersebut hanya ada dan tumbuh di hutan Pulau Belitung. Sesampainya di air terjun anda akan menemukan air terjun dengan aliran air nya mengalir  sangat jernih kesungai yang ada di bawahnya, sehingga kita bisa melihat ikan jenis air tawar dengan jelas didalamnya. Sebenarnya kalo di kategorikan air terjun, air batu mentas bukan lah termasuk kategori air terjun, namun dikarenakan banyak nya batu batuan granit yang bertumpuk tumpuk secara acak yang menjadi landasan air sehingga membentuk air terjun. Sungai yang ada di aliran air terjun ini bisa di gunakan untuk berenang, dengan arus air yang tenang dan tidak terlalu dalam, ± 1 s/ d 1,5 Meter, anda bisa mengajak anak anak ikut berenang, hanya saja jangan terlalu lama berenang di kawasan ini, karena air sungai nya sangat dingin, hal ini dikarenakan sumber air nya berasal dari air pegunungan yang berada tidak jauh dari kawasan ini.
Untuk menuju kawasan Air terjun Batu Mentas ini dari pusat kota Tanjungpandan dapat ditempuh dengan waktu ± 1jam. kita bisa merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan.  Dengan harga berkisar Rp.350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. Untuk retribusi biaya masuk kawasan ini, biasa nya hanya ditarik pada saat weekend atau hari libur saja, yaitu Rp. 5.000,-/ org. sedangkan pada hari biasa, kawasan ini tidak dijaga, sehingga tidak ada penarikan biaya retribusi nya.

Sosial Budaya


Penduduk Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang semula dihuni orang-orang suku laut, dalam perjalanan sejarah yang panjang membentuk proses kulturisasi dan akulturasi. Orang-orang laut itu sendiri berasal dari berbagai pulau. Orang laut dari Belitung berlayar dan menghuni pantai-pantai di Malaka. Sementara mereka yang sudah berasimilasi menyebar ke seluruh Tanah Semenanjung dan pulau-pulau di Riau. Kemudian kembali dan menempati lagi Pulau Bangka dan Belitung. Sedangkan mereka yang tinggal di Riau Kepulauan berlayar ke Bangka. Datang juga kelompok-kelompok Orang Laut dari Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Pada gelombang berikutnya, ketika mulai dikenal adanya Suku Bugis, mereka datang dan menetap di Bangka, Belitung dan Riau. Lalu datang pula orang dari Johor, Siantan yang Melayu, campuran Melayu-Cina, dan juga asli Cina, berbaur dalam proses akulturasi dan kulturisasi. Kemudian datang pula orang-orang Minangkabau, Jawa, Banjar, Kepulauan Bawean, Aceh dan beberapa suku lain yang sudah lebih dulu melebur. Lalu jadilah suatu generasi baru: Orang Melayu Bangka Belitung.

Bahasa yang paling dominan digunakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Bahasa Melayu yang juga disebut sebagai bahasa daerah, namun seiring dengan keanekaragaman suku bangsa, bahasa lain yang digunakan antara lain bahasa Mandarin dan bahasa Jawa.
Penduduk Kepulauan Bangka Belitung merupakan masyarakat yang beragama dan menjunjung tinggi kerukunan beragama. Ditinjau dari agama yang dianut terlihat bahwa penduduk provinsi ini memeluk agama Islam dengan presentase sebesar 89,00 persen, untuk penduduk yang menganut agama Budha sebesar 4,24 persen, agama Kristen Protestan sebesar 1,8 persen, agama Katholik sebesar 1,2 persen, agama Hindu 0,09, Khong Hu Chu 3,25 dan lainnya0,41 persen. Tempat peribadatan agama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada sebanyak  722  mesjid, 445 mushola, 120 langgar, 161 gereja protestan, 31  gereja katholik, 63 vihara dan 11 centiya.