Kamis, 17 Januari 2013

Pantai Tanjung Tinggi, Tanjung Binga, Belitung


Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu tujuan tempat wisata paling favorit yang ada di pulau Belitung. Terlebih setelah Pantai ini menjadi Lokasi syuting Film Laskar Pelangi. Letak Pantai ini tidak jauh dari Pantai Tanjung kelayang dan berjarak sekitar 31 km dari Pusat Kota kota Tanjungpandan. Dengan waktu tempuh kurang lebih dari 45 menit dari Pusat Kota anda bias menikmati keindahan yang ada di pantai ini. Pantai ini memiliki area kurang lebih seluas 80 hektar. Pasir yang putih, serta bebatuan granit dengan berbagai ukuran terhampar di kawasan pantai ini.

Nama tanjung tinggi diambil dari kata tanjung yang artinya semenanjung dan tinggi yang artinya pantai yang memiliki bebatuan yang tinggi. Pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas di pantai ini, antara lain memancing disekitar tebing bebatuan, berenang, surfing, dll. Selain itu, para pengunjung bisa menikmati indahnya pantai dengan berdiri di atas bebatuan granit yang tinggi.

Berbagai fasilitas wisata sudah tersedia di Pantai ini, dari Hotel bintang empat , kolam renang, restoran, hingga warung makan tradisional yang disediakan oleh masyarakat sekitar. Selain itu juga terdapat fasilitas kamar mandi/ ganti bagi anda yang selesai melakukan aktifitas renang di pantai ini.

Pantai ini dapat di tempuh dari pusat Kota Tanjungpandan dengan jarak  31 KM, dengan menggunakan mobil rental yang dapat kita sewa di beberapa hotel/penginapan yang ada di pusat kota, kita bisa menikmati keindahan Pantai ini. Harga rental mobil berkisar Rp. 350.000 ( dengan supir ) s/d Rp. 250.000 (tanpa supir) per 24 jam nya.

Selasa, 08 Januari 2013

Pantai Parai Tenggiri, Pangkalpinang, Bangka


Pantai Parai merupakan salah satu Pantai kebanggaan masyarakat Bangka, pantai ini merupakan kawasan wisata pantai bertaraf internasional yang ada di pulau Bangka, selain itu pantai ini merupakan satu satu nya pantai yang benar benar dikelola oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan dinas pariwisata setempat, sehingga berbagai fasilitas wisata tersedia disana. Selain menyuguhkan pemandangan panorama pantai yang indah, kita juga bisa menginap di hotel berbintang yang tersedia di pantai ini.
Sampai saat ini belum jelas asal usul nama pantai ini dinamakan sejenis ikan laut yaitu Tenggiri, namun menurut informasi dari penduduk setempat, dulunya pantai ini dinamakan pantai Hakok, baru setelah di kelola dan dijadikan area wisata pantai ini berubah nama menjadi pantai Parai Tenggiri. Pantai ini terletak ± 40KM disebelah utara dari Kota Pangkalpinang, tepat nya di Desa Matras, Kecamatan Sungailiat, Bangka Tengah.
Pemandangan yang indah terbentang luas di pantai ini, terlebih jika air laut sedang surut, hamparan pasir putih dan batu batuan granit yang berwarna hitam keabu abuan hingga putih akan terlihat jelas. Disebelah ujung kiri pantai terdapat semenanjung gugusan batu batuan granit, dengan bebeberapa pepohonan seperti Pulau kecil, terdapat Jembatan penghubung untuk menuju ujung semenanjung, dengan dihiasi lampu lampu dikanan kiri jembatan, Suasana eksotis akan anda rasakan jika anda bermalam di pantai ini.
Fasilitas yang ada di pantai ini bisa dikatakan sangatlah komplit, karena bertaraf Internasional, fasilitas yang disediakan juga mengacu ke standar internasional. Diantaranya terdapat Hotel Bintang empat, Restoran, Kafe, Bar and Grill, Kolam Renang, Spa and Lounge. Selain itu terdapat juga permainan olahraga air seperti Jet ski, Glass bottom boat, parasailing, banana boat, diving dan snorkeling. Disekitar area pantai ini juga terdapat fasilitas outbound yang disediakan oleh pihak pengelola. mulai dari Paint ball, High Rope, Outbond Fun Games, Jungle Trekking, dan juga Treasure Hunt dapat anda lakukan di sini.
Untuk menuju pantai ini, dari bandara Depati Amir, Pangkalpinang, anda dapat menyewa mobil rental yang tersedia di sekitar bandara atau dihotel/ penginapan yang ada di pusat kota Pangkalpinang. Dengan biaya sewa Rp.350.000 ( tanpa supir )s/d Rp. 450.000 ( dengan supir ) per 12 jam nya. Jika menggunakan transportasi umum anda akan dikenakan biaya Rp. 7.500,-/ org untuk Pangkalpinang – Sungailiat. Dari Kota Sungailiat ke Pantai Parai Tenggiri dapat ditempuh dengan menggunakan Becak Motor dengan biaya sewa Rp 5.000/org. untuk biaya Retribusi masuk kekawasan Pantai Parai Tenggiri Pengunjung akan dikenakan Tarif sebesar Rp. 25.000,-.

Vihara Buddhayana Dewi Kwan Imm, Belitung timur, Belitung


Seperti kita ketahui Vihara merupakan salah satu tempat peribadatan agama Budha. Begitu pula sama halnya dengan Vihara Buddhayana.  Vihara ini menjadi terkenal di karenakan posisi Vihara yang berada di atas suatu Bukit dan menghadap langsung kearah pantai yang tidak jauh dari vihara ini. Sehingga pemandangan yang ada di sekitar vihara ini akan terlihat indah dan mengagumkan. Selain itu vihara ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Karena jika dilihat dari usianya, vihara ini sudah berusia dari dua setengah abad. Tepat nya didirikan pada tahun 1747. Menurut penjaga yang sekaligus pendeta di vihara ini, menurut sejarahnya vihara ini dibangun karena ditemukannya patung sosok Budha Budhisttwa di kawasan pantai burungmandi dengan posisi setengah tenggelam. Pada masa itu hampir kebanyakan masyarakat setempat, penduduk pendatang dari negeri China. Dengan ditemukannya patung tersebut, masyarakat setempat percaya bahwa itu merupakan suatu kehendak Yang Kuasa untuk membantu dan melindungi mereka dari pengaruh roh jahat. Jadi mereka membangun Vihara disana untuk memenuhi keinginan Yang Maha Kuasa .
Vihara Buddhayana terkenal juga dengan sebutan Vihara Burung mandi, atau biasanya masyarakat sekitar menyebutnya Keleteng Burung Mandi. Vihara ini terletak 18 KM dari Kota Manggar, ibukota Kabupaten Belitung Timur. Hampir semua warna bangunan didominasi warna merah, cirri khas warna vihara umat Buddha. Namun karena posisi nya yang diatas bukit dan untuk menuju vihara dengan melewati anak tangga yang didesain rapi, vihara ini terlihat sangat indah dan rapi. Pemandangan serta Taman yang ada di vihara ini sangat mengagumkan. Selain itu hembusan angin pantai yang sangat terasa jika kita berada di bagian atas vihara ini.
Untuk menuju Vihara ini jika di tempuh dari Pusat Kota Tanjungpandan, akan memakan waktu sekitar 1 s/d 2jam perjalanan, jika dari Pusat Kota Belitung Timur, Manggar, hanya ± 30 menit perjalanan. Sayang nya belum tersedia transportasi khusun untuk menuju Vihara ini. Jadi jika anda ingin berkunjung ke vihara ini harus merental / menyewa mobil yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, maupun di Kota Manggar, ibukota Kabupaten Belitung Timur, dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam.

Pantai Tanjung Kelayang, Tanjungbinga, Belitung


Pantai Tanjung Kelayang merupakan salah satu Pantai yang menjadi tujuan wisata utama yang ada di Pulau Belitung, Pantai ini menjadi terkenal dan banyak di minati baik wisatawan domestic, maupun mancanegara setelah sering diadakan nya event Sail Indonesia. Dengan posisi Pantai yang berada di semenanjung Pulau Belitung, Pantai ini terlihat seolah olah menyendiri, terpisah dengan pantai pantai yang lain. Selain itu pantai ini menjadi unik dikarenakan gugusan batu batu granit yang jika dilihat dari kejauhan seperti pulau pulau kecil yang tersusun rapi membentuk suatu gugusan dari bibir pantai hingga ketengah laut.
Nama pantai Tanjung Kelayang, menurut informasi penduduk setempat, diambil dari nama salah satu jenis burung, kaitannya dengan pantai ini, dikarenakan ada batu granit yang berbentuk menyerupai kepala salah satu jenis burung tersebut, yaitu burung Kelayang. Hingga sampai saat ini Jadilah Pantai ini terkenal dengan sebutan Pantai Tanjung Kelayang. Selain itu burung kelayang banyak dapat kita jumpai dipantai ini.
Pantai tanjung Kelayang terletak ± 27 KM kearah utara dari pusat Kota Tanjungpandan, terletak di Desa tanjung binga, Kecamatan Sijuk. Karena terletak di semenanjung, Pantai ini mempunyai dua sisi yang berbeda. Di sisi barat kita akan melihat dan menikmati hamparan air laut yang disela selanya batuan granit yang tersusun tumpang tindih dari kecil sampai ke yang besar. Dari sisi ini jika cuaca mendukung ita bisa menikmati matahari terbenam dengan menaiki puncak batuan granit. Sedangkan disisi Timur, kita akan dimanjakan dengan pemandangan Hamparan pasir Putih sepanjang ± 4 KM, dengan air laut yang jernih. Hanya ada sedikit batuan granit yang ada disisi ini.
Pantai ini dapat di tempuh dari pusat Kota Tanjungpandan dengan jarak ± 27 KM, dengan menggunakan mobil rental yang dapat kita sewa di beberapa hotel/penginapan yang ada di pusat kota, kita bisa menikmati keindahan Pantai ini. Harga rental mobil berkisar Rp. 250.000 ( dengan supir ) s/d Rp. 350.000 (tanpa supir) per 24 jam nya. Untuk biaya masuk ke kawasan pantai ini, dikenakan biaya retribusi Rp. 5.000,- per orang nya.

Pulau Lengkuas, Tanjungbinga, Belitung


Pulau lengkuas adalah salah satu pulau tujuan wisata yang ada di sekitar kepulauan Belitung. Pulau ini terletak di sebelah utara desa tanjung Binga, Kecamatan sijuk, Tanjungpandan. Biasanya jika melalui paket wisata, pulau ini akan menjadi satu paket kunjungan dengan beberapa pulau kecil lainnya yang berada tidak jauh dari pulau ini, diantara nya Pulau Babi, Pulau Pasir, dan Pulau burung. Pulau lengkuas tidak lah luas, tidak sampai satu hektar, sehingga jika kita berkunjung ke pulau ini tidak perlu menginap untuk menikmati keindahan alam di sekitar pulau. Di sekitar pulau ini, terdapat juga pulau batu-batu granit yang tertata rapi, yang bisa kita jelajahi hanya dengan berjalan kaki menyeberangi air laut dengan kedalam 1 s/d 1,5 meter. Dengan kombinasi air yang jernih serta pasir nya yang putih, kita dapat melihat dengan jelas dasar pantai, termasuk karang karang dan ikan ikan yang berenang di dalamnya.
Nama pulau Lengkuas sendiri belum jelas asal usulnya. Mengapa pulau ini dinamakan dengan salah satu bumbu dapur, yaitu lengkuas, yang pasti jika menurut penduduk setempat tidak ada kaitannya. Nama Lengkuas sudah dari sejak zaman dahulu, dan dikenal hingga turun temurun.
Satu hal yang menarik dari pulau ini, yaitu adanya Mercusuar Tua, peninggalan Belanda yang didirikan pada tahun 1882. Mercusuar ini tetap berdiri kokoh dan masih berfungsi sebagaimana mestinya, walaupun telah dimakan usia. Tidak ada perincian yang jelas mengenai mercusuar ini, hanya tahun berdiri saja, untuk ketinggiannya di perkirakan berkisar ± 50 meter. Dengan 17 lantai di dalamnya, wisatawan bebas keluar masuk hingga menuju bagian teratas dari mercusuar. Dari atas mercusuar kita bisa melihat dengan jelas keindahan diseluruh kawasan pulau dari segala penjuru.
Pulau lengkuas termasuk pulau tanpa penghuni, hanya ada 3 orang saja yang tinggal disini secara bergantian menjadi operator di mercusuar pulau. Disarankan bagi anda untuk membawa bekal sendiri jika pengen berlama lam di pulau ini. Jangan lupa untuk membawa persediaan air bersih. Walaupun terdapat toilet dipulau ini, namun persediaan air nya sangat sedikit. Dan demi menjaga kebersihan dan keindahan pulau ini, diharapkan tidak meninggalkan sampah di pulau ini. Sehingga kita bisa menjaga kelestarian dan keindahan pulau ini.
Untuk mengunjungi Pulau ini, dapat ditempuh dari pusat kota kurang lebih 24 KM. dengan menggunakan mobil rental yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. anda dapat langsung menuju dermaga yang ada didesa tanjung binga, atau ke pantai tanjung kelayang.  dermaga kedua tanjung ini  merupakan tempat berlabuh kapal-kapal motor yang bisa di sewa untuk menuju pulau ini serta beberapa pulau lainnya. Untuk harga sewa kapal motor berkisar Rp. 300.000,- s/d 400.000,- per rombongan, harga tersebut belum termasuk harga sewa pelampung atau peralatan snorkeling.

Pulau Burung, Tanjungbinga, Belitung


Pulau Burung adalah salah satu Pulau tujuan wisata yang ada di utara Pulau Belitung, tepat nya kurang lebih 24 KM dari pusat kota Tanjungpandan. Pulau ini terletak di kecamatan Sijuk, posisi pulau ini tidak jauh dengan Pantai Tanjung Kelayang. Pulau ini dinamakan pulau burung, menurut masyarakat setempat dikarenakan adanya tumpukan bongkahan batu granit yang bentuknya menyerupai paruh seekor burung .
Pulau Burung merupakan salah satu pulau yang sangat unik untuk dikunjungi, dari bebetuan granit yang bentuk nya menyerupai paruh burung, membuat kita penasaran untuk mengunjunginya. terlebih jika pada saat air laut sedang surut, kita akan menemukan telaga yang terbentuk dari air laut yang menggenang akibat air laut surut. Didalam telaga tersebut terdapat karang-karang hidup beserta ikan ikan karang yang indah didalamnya. Dengan air yang jernih kita bisa jelas melihat ikan ikan tersebut. Pemandangan yang tak kalah indahnya dengan pulau pulau kecil lainnya yang ada di Belitung dapat kita temui juga disini, hamparam pasir putih, air yang jernih, bongkahan bebatuan yang tertumpuk dan tertata rapi.
Pulau burung merupakan salah satu pulau tujuan wisata yang tidak berpenghuni, jadi jika anda ingin mengunjungi pulau ini, jangan lupa untuk membawa bekal sendiri. Dan demi menjaga kebersihan dan keindahan pulau ini, diharapkan tidak meninggalkan sampah di pulau ini. Walaupun pulau ini belum dikelola oleh dinas Pariwisata setempat, namun pulau ini tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan domestic, apalagi pada saat akhir pekan atau pada saat hari libur nasional.
Untuk mengunjungi Pulau ini, dapat ditempuh dari pusat kota kurang lebih 24 KM. dengan menggunakan mobil rental yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, dengan harga berkisar Rp. 350.000,- dengan sopir, atau Rp. 250.000,- tanpa sopir per 24 jam. anda dapat langsung menuju dermaga yang ada didesa tanjung binga, dermaga ini  merupakan tempat berlabuh kapal-kapal motor yang bisa di sewa untuk menuju pulau ini serta beberapa pulau lainnya. Untuk harga sewa kapal motor berkisar Rp. 300.000,- s/d 400.000,- per rombongan, harga tersebut belum termasuk harga sewa pelampung atau peralatan snorkeling.

Pulau Babi, Tanjungbinga, Belitung


Pulau Babi merupakan salah satu Pulau yang menjadi salah satu tujuan wisata di Pulau Belitung, hampir kebanyakan paket – paket tour wisata menawarkan tujuan wisata ke pulau ini. Pulau Babi, terletak di Utara Pulau Belitung, tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang, maupun Tanjung Tinggi. Sehingga untuk mengunjungi pulau ini hanya memerlukan waktu kurang lebih 20 menit saja dari  salah satu pantai tersebut.
Nama Pulau Babi sendiri ada dua versi menurut informasi dari penduduk setempat, yang pertama, dinamakan Pulau Babi, dikarenakan dahulu kala di Pulau itu pernah ada Peternakan Babi. Sedangkan versi yang kedua, konon ada batu granit raksasa yang bentuk nya mirip dengan hewan yang bernama Babi, maka di namakanlah Pulau tersebut dengan nama Pulau Babi, walaupun jika saat ini kita berkunjung kepulau ini tidak akan menemukan batu yang di maksud.
Pulau babi terdiri dari 2 pulau, pulau Babi Besar dan Pulau Babi kecil, posisi kedua pulau ini saling berdekatan. Dengan pemandangan yang sama-sama indah, hamparan pasir putih, bebatuan granit yang seolah tertata rapi, air yang jernih serta ikan-ikan karang yang terlihat dengan jelas didalamnya, membuat kita betah berlama-lama dipulau ini. sayang nya tidak terdapat fasilitas-fasilitas penunjang wisata dipulau ini, hal ini dikarenakan tidak ada penduduk yang tinggal di pulau ini, dengan kata lain pulau ini tidak berpenghuni.
Untuk mengunjungi Pulau ini, dapat ditempuh dari pusat kota kurang lebih 24 KM. dengan menggunakan mobil rental yang banyak disewakan di hotel, maupun penginapan yang ada di kota Tanjungpandan, dengan harga berkisar Rp.250.000,- dengan sopir, atau Rp. 350.000,- tanpa sopir per 24 jam. anda dapat langsung menuju tanjung kelayang atau tanjung tinggi. Kedua pantai tersebut merupakan tempat berlabuh kapal-kapal motor yang akan bisa di sewa untuk menuju pulau ini serta beberapa pulau lainnya. Untuk harga sewa kapal motor berkisar Rp. 300.000,- s/d 400.000,- per rombongan, harga tersebut belum termasuk harga sewa pelampung atau peralatan snorkeling.